Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2015

Menolak Takwil

Faham salafiyah tampak ketat dalam hal takwil, bahkan dalam kitab Dasar-dasar Akidah Para Imam Salaf ditulis jelas sebuah judul “Menolak Takwil.” Judul itu menjelaskan:
   Takwil bagi ulama mutakallimin umumnya menuntut dijadikannya akal sebagai dasar penafsiran yang mengalahkan syara’. Sehingga jika terjadi kontradiksi antara dalil syar’i dan aqli, mereka menakwilkan nash disesuaikan dengan akal, seperti menakwilkan dalil ru’yatullah pada hari kiamat, dalil ‘uluwullah, ayat-ayat tentang sifat (Allah) dan lainnya. Sedang ulama salaf menolak takwil jenis ini dan menyalahkan orang yang mengucapkannya. Mereka (Salaf) begitu membencinya, karena takwil ini mengakibatkan kepada peniadaan (isi) nash dan kelancangan terhadap makna dengan menyusupkan ra’yu yang bertujuan merusak syari’ah, menyesatkan orang yang meyakininya dan merapuhkan akidah yang terhunjam kuat di dada serta mengeruhkan akidah yang terang. Takwil yang sahih menurut para salaf ialah yang sesuai dengan apa yang di…

Masalah Kitab Dalail al-Khairat

Nahdlatul Ulama, baik secara perorangan kiyai-kiyainya maupun secara organisasi, dalam sejarahnya telah dengan gigih mempertahankan wiridan dengan membaca Kitab Dalail al-Khairat.  “Perjuangan” mereka itu bukan hanya di Indonesia di depan kalangan kaum pembaharu, namun bahkan sampai ke Raja Saudi dengan jalan mengirimkan surat yang di antara isinya mempertahankan wiridan dari kitab karangan orang mistik./ shufi dari Afrika Utara, Al-Jazuli itu. Meskipun demikian, kaum pembaharu di Indonesia tidak menggubris upaya-upaya kaum Nahdliyin/ NU itu. Demikian pula Raja Saudi tidak menjawabnya secara khusus tentang Kitab Dalail al-Khairat itu.
   Untuk memudahkan pembaca, maka di sini diturunkan fatwa tentang boleh tidaknya membaca atau mewiridkan Kitab Dalail al-Khairat itu dari Lajnah Daimah kantor Penelitian Ilmiyah dan Fatwa di Riyadh. Ada pertanyaan dan kemudian ada pula jawabannya, dikutip sebagai berikut:
 Soal kelima dari Fatwa nomor 2392: Soal 5: Apa hukum wirid-wirid auliya’…