Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2015

KOREKSI PEMAHAMAN AHMADIYYAH DAN SALAMULLAH

Bagian 3:

Secara logika, didalam banyak ayat al-Qur'an, Allah telah memerintahkan agar kita menteladani apa saja yang dicontohkan oleh Rasulullah Saw (Qs. al-Ahzaab 33:21), mengikuti apa-apa yang ditetapkan beliau (salah satunya Qs. at-Taghaabun 64:12 dan Qs. al-Anfaal 8:24) serta tidak membantah apa yang sudah ditetapkan oleh Allah dan Rasul-Nya (Qs. al-Ahzaab 33:36) Adalah sudah umum, bahwa orang yang paling mengenal diri kita dan tahu apa dan bagaimana tingkah keseharian kita hanyalah keluarga terdekat kita, orang tua, istri, anak, cucu, menantu maupun orang-orang yang tinggal dan hidup bersama kita dalam kurun waktu yang lama. Begitupun dengan Rasul, tentunya orang yang paling banyak tahu dan mengerti tentang beliau adalah istri-istrinya, putri-putri kesayangannya, pamannya, keponakannya, cucunya, pengasuhnya dan baru para sahabatnya. Pada awal pengangkatan Muhammad sebagai Nabi, beliau diperintahkan oleh Allah untuk mengajak terlebih dahulu keluarganya yang terdek…

Tafsir Kitab Ulangan

Gambar
"YÁOHU UL thy ULHIM will raise up unto thee a Prophet from the midst of thee, of thy brethren, like unto me; unto him ye shall hearken." (Deuteronomy 18 :15) Pada ayat diatas, Nabi Musa menyebutkan bahwa Allah akan membangkitkan SEORANG NABI kepada Bani Israil yang berasal dari saudara mereka yang mana Nabi tersebut akan memiliki karakteristik SAMA seperti halnya Nabi Musa. Dalam beberapa perdiskusian yang pernah saya lakukan dengan kaum Ahli Kitab (Nasrani), mereka menyandarkan bahwa terhadap Yesus-lah nubuatan Nabi Musa ini ditujukan. Namun bila kita kaji lebih jauh, rasanya kesimpulan tersebut terlalu dini untuk dinisbatkan kepada Yesus. Kalimat "brethren atau dari antara saudaramu" yang tercantum dalam kalimat Nabi Musa as pada ayat diatas, jelas dari tidak merefer pada kalangan Yahudi sendiri. Mari kita analogikan ayat tersebut : 1. Arman X Saudaranya Arman (Adik atau kakak saya)
Disini saudara Arman bukanlah Arman itu sendiri, melainkan harus oran…

Kisah Keluarga Nabi Ibrahim

Pengantar kepada Perjanjian Terakhir Dari Surah Ash Shaffat (37) ayat 99 sampai dengan ayat 113:
99 Dan Ibrahim berkata: Sesungguhnya aku pergi menghadap Tuhanku dan Dia akan memberi petunjuk kepadaku. 100. Wahai Tuhanku, anugerahilah aku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang saleh;
101. Maka Kami gembirakan dia dengan (kelahiran) seorang anak yang amat sabar.
102. Maka tatkala anak itu telah sampai pada usia dapat membantu bapaknya, berkatalah Ibrahim : 'Wahai anakku sayang, sesungguhnya aku melihat didalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Untuk itu bagaimanakah pendapatmu ?' Anaknya menjawab: 'Hai Bapakku, laksanakanlah apa yang diperintahkan (Allah) kepadamu. InsyaAllah engkau akan mendapati aku termasuk golongan orang-orang yang sabar'.
103. Maka tatkala keduanya (bapak dan anak) telah menyerahkan diri (kepada Allah) dan Ibrahim telah merebahkan anaknya diatas pipinya (ditempat penyembelihan dan hampir menyembelihnya).
104. Maka Kami panggillah dia…