Hadits ke-300 Dari Kitab Shahih al-Bukhari

Bercumbu dengan Istri yang sedang Haid

حَدَّثَنَا أَبُو النُّعْمَانِ، قَالَ: حَدَّثَنَا عَبْدُ الوَاحِدِ، قَالَ: حَدَّثَنَا الشَّيْبَانِيُّ، قَالَ: حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ شَدَّادٍ، قَالَ: سَمِعْتُ مَيْمُونَةَ، تَقُولُ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ «إِذَا أَرَادَ أَنْ يُبَاشِرَ امْرَأَةً مِنْ نِسَائِهِ أَمَرَهَا، فَاتَّزَرَتْ وَهِيَ حَائِضٌ» وَرَوَاهُ سُفْيَانُ عَنِ الشَّيْبَانِيِّ

303. Abu an-Nu’man menyampaikan kepada kami dari Abdul Wahid, dari asy-Syaibani, dari Abdullah bin Syaddad berkata, aku mendengar Maimunah berkata, “Jika Rasulullah 6 ingin mencumbu salah satu istrinya yang sedang haid, beliau memerintahkannya untuk memakai ka i n.“

Hadits ini juga diriwayatkan oleh Sufyan dari asy-Syaibani.

(Kitab Hadits Shahih al-Bukhari)

Bisnis jaket: jaket baseball, jual jaket baseball

0 komentar:

Hadits ke-296 Dari Kitab Shahih al-Bukhari

Orang Haid yang Mencuci dan Menyisir Rambut Suaminya

حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ مُوسَى، قَالَ: أَخْبَرَنَا هِشَامُ بْنُ يُوسُفَ، أَنَّ ابْنَ جُرَيْجٍ، أَخْبَرَهُمْ قَالَ: أَخْبَرَنِي هِشَامُ بْنُ عُرْوَةَ، عَنْ عُرْوَةَ، أَنَّهُ سُئِلَ أَتَخْدُمُنِي الحَائِضُ أَوْ تَدْنُو مِنِّي المَرْأَةُ وَهِيَ جُنُبٌ؟ فَقَالَ عُرْوَةُ: كُلُّ ذَلِكَ عَلَيَّ هَيِّنٌ، وَكُلُّ ذَلِكَ تَخْدُمُنِي وَلَيْسَ عَلَى أَحَدٍ فِي ذَلِكَ بَأْسٌ أَخْبَرَتْنِي عَائِشَةُ: «أَنَّهَا كَانَتْ تُرَجِّلُ، تَعْنِي رَأْسَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَهِيَ حَائِضٌ، وَرَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حِينَئِذٍ مُجَاوِرٌ فِي المَسْجِدِ، يُدْنِي لَهَا رَأْسَهُ، وَهِيَ فِي حُجْرَتِهَا، فَتُرَجِّلُهُ وَهِيَ حَائِضٌ»

296. Ibrahim bin Musa menyampaikan kepada kami dari Hisyam bin Yusuf, dari Ibnu Juraij yang mengabarkan dari Hisyam bin Urwah, dari Urwah yang pernah ditanya, “Bolehkah perempuan yang haid melayaniku atau perempuan yang junub mendekatiku?“ Urwah menjawab, “Tidak ada masalah bagiku. Mereka semua membantuku, dan siapa pun boleh dilayani oleh mereka. Aisyah mengabarkan kepadaku bahwa dia pernah menyisir rambut Rasulullah 6 dalam keadaan haid. Saat itu, Rasulullah 6 sedang i’tikaf di masjid. Lalu beliau mendekatkan kepalanya ke arah Aisyah yang ada di kamarnya. Aisyah pun menyisir rambut beliau dalam keadaan haid.“ (Lihat kembali hadits no. 295).

(Kitab Hadits Shahih al-Bukhari)

Bisnis jaket di sini: jaket baseball, jual jaket baseball

0 komentar:

Hadits ke-290 Dari Kitab Shahih al-Bukhari

Orang Junub yang Berwudhu kemudian Tidur

حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يُوسُفَ، قَالَ: أَخْبَرَنَا مَالِكٌ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ دِينَارٍ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ [?:66] بْنِ عُمَرَ، أَنَّهُ قَالَ: ذَكَرَ عُمَرُ بْنُ الخَطَّابِ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ تُصِيبُهُ الجَنَابَةُ مِنَ اللَّيْلِ، فَقَالَ لَهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ «تَوَضَّأْ وَاغْسِلْ ذَكَرَكَ، ثُمَّ نَمْ»

290. Abdullah bin Yusuf menyampaikan kepada kami dari Malik yang mengabarkan dari Abdullah bin Dinar, dari Abdullah bin Umar bahwa Umar bin Khathab bertanya kepada Rasulullah 6 tentang keadaannya yang junub pada suatu malam. Kemudian beliau menjawab, “Berwudhu dan basuhlah kemaluanmu, kemudian tidurlah.“ (Lihat kembali hadits no. 287).

(Kitab Hadits Shahih al-Bukhari)

Bisnis jaket kaos: jaket baseball bagus, jual jaket baseball bagus

0 komentar:

Hadits ke-284 Dari Kitab Shahih al-Bukhari

Orang Junub yang Keluar dan Berjalan-jalan Di Pasar atau Tempat Lainnya

Atha’ berkata, “Orang junub itu boleh berbekam, memotong kuku, dan mencukur rambut, walaupun dia belum berwudhu.“

حَدَّثَنَا عَبْدُ الأَعْلَى بْنُ حَمَّادٍ، قَالَ: حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ زُرَيْعٍ، قَالَ: حَدَّثَنَا سَعِيدٌ، عَنْ قَتَادَةَ، أَنَّ أَنَسَ بْنَ مَالِكٍ حَدَّثَهُمْ أَنَّ نَبِيَّ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ «يَطُوفُ عَلَى نِسَائِهِ، فِي اللَّيْلَةِ الوَاحِدَةِ، وَلَهُ يَوْمَئِذٍ تِسْعُ نِسْوَةٍ»

284. Abdul A’la bin Hammad menyampaikan kepada kami dari Yazid bin Zurai’, dari Sa’id bin Qatadah, dari Anas bin Malik yang menyampaikan bahwa Nabi 6 mendatangi (mencampuri) istri-istrinya dalam satu malam, dan pada saat itu beliau mempunyai sembilan istri.“ (Lihat kembali hadits no. 268).

(Kitab Hadits Shahih al-Bukhari)

Bisnis jaket di sini: jaket baseball keren, jual jaket baseball keren

0 komentar:

Hadits ke-275 Dari Kitab Shahih al-Bukhari

Jika Seseorang Berada Dalam Masjid lalu Sadar bahwa Dia Sedang Junub, Dia Harus Segera Keluar, dan Tidak Perlu Bertayamum

حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدٍ، قَالَ: حَدَّثَنَا عُثْمَانُ بْنُ عُمَرَ، قَالَ: أَخْبَرَنَا يُونُسُ، عَنِ الزُّهْرِيِّ، عَنْ أَبِي سَلَمَةَ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ: أُقِيمَتِ الصَّلاَةُ وَعُدِّلَتِ الصُّفُوفُ قِيَامًا، فَخَرَجَ إِلَيْنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَلَمَّا قَامَ فِي مُصَلَّاهُ، ذَكَرَ أَنَّهُ جُنُبٌ، فَقَالَ لَنَا: «مَكَانَكُمْ» ثُمَّ رَجَعَ فَاغْتَسَلَ، ثُمَّ خَرَجَ إِلَيْنَا وَرَأْسُهُ يَقْطُرُ، فَكَبَّرَ فَصَلَّيْنَا مَعَهُ " تَابَعَهُ عَبْدُ الأَعْلَى، عَنْ مَعْمَرٍ، عَنِ الزُّهْرِيِّ، وَرَوَاهُ الأَوْزَاعِيُّ، عَنِ الزُّهْرِيِّ

275. Abdullah bin Muhammad menyampaikan kepada kami dari Utsman bin Umar, dari Yunus yang mengabarkan dari az-Zuhri, dari Abu Salamah bahwa Abu Hurairah berkata, “Shalat telah didirikan dan shaf telah diluruskan. Kemudian Rasulullah 6 keluar untuk shalat. Namun, ketika sudah berada pada tempat shalatnya, beliau ingat sedang dalam keadaan junub. Kemudian beliau berkata kepada kami, ’Tetaplah pada tempat kalian?’ Lantas, beliau pulang dan mandi. Setelah itu, beliau kembali kepada kami dan rambutnya masih meneteskan air. Selanjutnya, Nabi mengucapkan takbir dan kami shalat bersama beliau.“ Hadits ini diperkuat melalui jalur Abdul A’la dari Ma’mar, dari az-Zuhri; al-Auza’i juga meriwayatkan dari az-Zuhri. (Lihat hadits no. 639 dan 640).

(Kitab Hadits Shahih al-Bukhari)

Bisnis jaket baseball di sini: visit this site, visit this site

0 komentar:

Hadits ke-269 Dari Kitab Shahih al-Bukhari

Membasuh Madzi dan Berwudhu karena Keluar Madzi

حَدَّثَنَا أَبُو الوَلِيدِ، قَالَ: حَدَّثَنَا زَائِدَةُ، عَنْ أَبِي حَصِينٍ، عَنْ أَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ، عَنْ عَلِيٍّ، قَالَ: كُنْتُ رَجُلًا مَذَّاءً فَأَمَرْتُ رَجُلًا أَنْ يَسْأَلَ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، لِمَكَانِ ابْنَتِهِ، فَسَأَلَ فَقَالَ: «تَوَضَّأْ وَاغْسِلْ ذَكَرَكَ»

269. Abu al-Walid menyampaikan kepada kami dari Zaidah, dari Abu Hashin, dari Abu Abdurrahman bahwa Ali berkata, “Aku adalah laki-laki yang mudah keluar madzi. Aku menyuruh seseorang untuk menanyakan hal itu (karena malu) kepada Nabi 6 karena posisi putrinya (sebagai istriku). Kemudian laki-laki itu bertanya kepada Nabi 6 dan beliau menjawab, ’Berwudhulah dan basuhlah kemaluanmu.’“ (Lihat kembali hadits no. 132).

(Kitab Hadits Shahih al-Bukhari)

Bisnis jaket keren: visit this site, visit this site

0 komentar:

Hadits ke-25 Dari Kitab Shahih al-Bukhari

Apakah Orang yang Junub Boleh Memasukkan Tangannya ke Dalam Bejana Sebelum Mencucinya Jika Tidak Ada Kotoran Selain Sperma?

حَدَّثَنَا أَبُو الوَلِيدِ، قَالَ: حَدَّثَنَا شُعْبَةُ، عَنْ أَبِي بَكْرِ بْنِ حَفْصٍ، عَنْ عُرْوَةَ، عَنْ عَائِشَةَ، قَالَتْ: «كُنْتُ أَغْتَسِلُ أَنَا وَالنَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ إِنَاءٍ وَاحِدٍ مِنْ جَنَابَةٍ» وَعَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ القَاسِمِ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ عَائِشَةَ مِثْلَهُ

263. Abu al-Walid menyampaikan kepada kami dari Syu’bah, dari Abu Bakar bin Hafsh, dari Urwah bahwa Aisyah berkata, “Aku mandi janabah bersama Nabi 6 (dengan air) dari satu wadah.“
Abdurrahman bin al-Qasim menyampaikan hadits yang sama dari ayahnya, dari Aisyah. (Lihat kembali hadits no. 250).

(Kitab Hadits Shahih al-Bukhari)

Bisnis: jaket baseball keren, jual jaket baseball keren

0 komentar:

Hadits ke-257 Dari Kitab Shahih al-Bukhari

Mandi Hanya Sekali

حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ إِسْمَاعِيلَ، قَالَ: حَدَّثَنَا عَبْدُ الوَاحِدِ، عَنِ الأَعْمَشِ، عَنْ سَالِمِ بْنِ أَبِي الجَعْدِ، عَنْ كُرَيْبٍ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ، قَالَ: قَالَتْ مَيْمُونَةُ: «وَضَعْتُ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَاءً لِلْغُسْلِ، فَغَسَلَ يَدَيْهِ مَرَّتَيْنِ أَوْ ثَلاَثًا، ثُمَّ أَفْرَغَ عَلَى شِمَالِهِ، فَغَسَلَ مَذَاكِيرَهُ، ثُمَّ مَسَحَ يَدَهُ بِالأَرْضِ، ثُمَّ مَضْمَضَ وَاسْتَنْشَقَ، وَغَسَلَ وَجْهَهُ وَيَدَيْهِ، ثُمَّ أَفَاضَ عَلَى جَسَدِهِ، ثُمَّ تَحَوَّلَ مِنْ مَكَانِهِ فَغَسَلَ قَدَمَيْهِ»

257. Musa menyampaikan kepada kami dari Abdul Wahid, dari al-A’masy, dari Salim bin Abu al-Ja ’d, dari Kuraib, dari Ibnu Abbas bahwa Maimunah berkata, “Saya menyiapkan air mandi Nabi 6. Lalu beliau membasuh tangannya dua atau tiga kali. Setelah itu, beliau menuangkan air ke tangan kirinya untuk mambasuh kemaluannya. Lalu beliau menggosok-gosokkan tangannya ke tanah. Setelah itu, beliau berkumur dan menghirup air, membasuh wajahnya dan kedua tangannya. Selanjutnya, beliau menyiramkan air ke badannya. Setelah cukup, beliau pindah dari tempatnya, lantas membasuh kedua kakinya.“ (Lihat kembal hadits no. 249).

(Kitab Hadits Shahih al-Bukhari)

Bisnis jaket: bisnis jaket baseball, bisnis jual jaket baseball

0 komentar:

Hadits ke-251 Dari Kitab Shahih al-Bukhari

Mandi Menggunakan (Air) 1 Sha’ dan Seukurannya

حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدٍ، قَالَ: حَدَّثَنِي عَبْدُ الصَّمَدِ، قَالَ: حَدَّثَنِي شُعْبَةُ [?:60]، قَالَ: حَدَّثَنِي أَبُو بَكْرِ بْنُ حَفْصٍ، قَالَ: سَمِعْتُ أَبَا سَلَمَةَ، يَقُولُ: دَخَلْتُ أَنَا وَأَخُو عَائِشَةَ عَلَى عَائِشَةَ، فَسَأَلَهَا أَخُوهَا عَنْ غُسْلِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «فَدَعَتْ بِإِنَاءٍ نَحْوًا مِنْ صَاعٍ، فَاغْتَسَلَتْ، وَأَفَاضَتْ عَلَى رَأْسِهَا، وَبَيْنَنَا وَبَيْنَهَا حِجَابٌ» قَالَ أَبُو عَبْدِ اللَّهِ: قَالَ يَزِيدُ بْنُ هَارُونَ، وَبَهْزٌ، وَالجُدِّيُّ، عَنْ شُعْبَةَ، «قَدْرِ صَاعٍ»

251. Abdullah bin Muhammad menyampaikan kepada kami dari Abdushamad, dari Syu’bah, dari Abu Bakar bin Hafsh yang mengatakan, aku mendengar Abu Salamah berkata, “Aku dan saudara Aisyah menemui Aisyah di rumahnya. Lantas, saudaranya bertanya kepada Aisyah mengenai cara mandi Nabi 6. Kemudian Aisyah meminta air seukuran 1 sha’ lalu dia mandi dan mengguyurkan air ke kepalanya (Aisyah). Saat itu, antara kami dan Aisyah terdapat tirai pembatas.“

Abdullah berkata bahwa Yazid bin Harun, Bahz, dan al-Juddi dari Syu’bah berkata, “Sekitar 1 sha ’.“

(Kitab Hadits Shahih al-Bukhari)

Bisnis jaket kaos: jaket baseball berkualitas, jual jaket baseball berkualitas

0 komentar:

Hadits ke-245 Dari Kitab Shahih al-Bukhari

Siwak

حَدَّثَنَا عُثْمَانُ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ، قَالَ: حَدَّثَنَا جَرِيرٌ، عَنْ مَنْصُورٍ، عَنْ أَبِي وَائِلٍ، عَنْ حُذَيْفَةَ، قَالَ: كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ «إِذَا قَامَ مِنَ اللَّيْلِ، يَشُوصُ فَاهُ بِالسِّوَاكِ»

245. Utsman menyampaikan kepada kami dari Jarir, dari Manshur, dari Abu Wa’il bahwa Hudzaifah berkata, “Jika Nabi 6 bangun di malam hari, beliau menggosok giginya dengan siwak.“ (Lihat hadits no. 889 dan 1136).

(Kitab Hadits Shahih al-Bukhari)

Bisnis : jaket baseball keren, jual jaket baseball keren

0 komentar:

Hadits ke-239 Dari Kitab Shahih al-Bukhari

Buang Air Kecil di Dalam Air yang Tidak Mengalir

وَبِإِسْنَادِهِ قَالَ: «لاَ يَبُولَنَّ أَحَدُكُمْ فِي المَاءِ الدَّائِمِ الَّذِي لاَ يَجْرِي، ثُمَّ يَغْتَسِلُ فِيهِ»

239. Dalam sanad yang sama, Rasulullah 6 bersabda, “Salah seorang dari kalian jangan pernah buang air kecil di dalam air yang tidak mengalir, lalu dia mandi darinya.“

(Kitab Hadits Shahih al-Bukhari)

Bisnis jaket kaos: jaket baseball berkualitas, jual jaket baseball berkualitas

0 komentar:

Hadits ke-233 Dari Kitab Shahih al-Bukhari

Kencing Unta, Binatang Lainnya, dan Kambing serta Kandangnya

Abu Musa pernah shalat di Darul Barid (tempat persinggahan utusan khalifah di jalan) dan tempat pupuk yang berada di dekat padang pasir, lantas dia berkata, “(Shalat) di sini dan di sana sama saja.“

حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ حَرْبٍ، قَالَ: حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ زَيْدٍ، عَنْ أَيُّوبَ، عَنْ أَبِي قِلاَبَةَ، عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ، قَالَ: قَدِمَ أُنَاسٌ مِنْ عُكْلٍ أَوْ عُرَيْنَةَ، فَاجْتَوَوْا المَدِينَةَ «فَأَمَرَهُمُ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، بِلِقَاحٍ، وَأَنْ يَشْرَبُوا مِنْ أَبْوَالِهَا وَأَلْبَانِهَا» فَانْطَلَقُوا، فَلَمَّا صَحُّوا، قَتَلُوا رَاعِيَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَاسْتَاقُوا النَّعَمَ، فَجَاءَ الخَبَرُ فِي أَوَّلِ النَّهَارِ، فَبَعَثَ فِي آثَارِهِمْ، فَلَمَّا ارْتَفَعَ النَّهَارُ جِيءَ بِهِمْ، «فَأَمَرَ فَقَطَعَ أَيْدِيَهُمْ وَأَرْجُلَهُمْ، وَسُمِرَتْ أَعْيُنُهُمْ، وَأُلْقُوا فِي الحَرَّةِ، يَسْتَسْقُونَ فَلاَ يُسْقَوْنَ». قَالَ أَبُو قِلاَبَةَ: «فَهَؤُلاَءِ سَرَقُوا وَقَتَلُوا، وَكَفَرُوا بَعْدَ إِيمَانِهِمْ، وَحَارَبُوا اللَّهَ وَرَسُولَهُ»

233. Sulaiman bin Harb menyampaikan kepada kami dari Hammad bin Zaid, dari Ayub, dari Abu Qilabah bahwa Anas berkata, “Beberapa orang dari Ukl atau Urainah datang ke Madinah. Namun, mereka tidak tahan dengan iklim Madinah hingga mereka pun sakit. Beliau lalu memerintahkan mereka untuk menuju tempat penggembalaan unta (yang memiliki susu) dan meminum air seni serta susunya. Mereka pun berangkat menuju tempat itu. Ketika telah sembuh, mereka malah membunuh penggembala unta Nabi 6 dan membawa unta-untanya. Kemudian berita itu pun sampai kepada Nabi 6 menjelang siang. Mendengar itu, beliau mengutus rombongan untuk mengikuti jejak mereka. Ketika matahari telah tinggi, utusan beliau datang membawa mereka. Beliau lalu memerintahkan agar mereka dihukum. Tangan dan kaki mereka dipotong, mata mereka dicongkel, lalu mereka dibuang ke al-Harrah (Herat). Mereka minta minum namun tidak diberi.“ Abu Qilabah mengatakan, “Mereka semua telah mencuri, membunuh, murtad setelah keimanan mereka, dan memerangi Allah serta Rasul-Nya.“ (Lihat hadits no. 1501, 3018, 4192, 4193, 4610, 5685, 5686, 5727, 6802, 6803, 6804, 6805, dan 6899).

(Kitab Hadits Shahih al-Bukhari)

Bisnis jaket berkualitas: click here, click here

0 komentar:

Hadits ke-227 Dari Kitab Shahih al-Bukhari

Membersihkan Darah

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ المُثَنَّى، قَالَ: حَدَّثَنَا يَحْيَى، عَنْ هِشَامٍ، قَالَ: حَدَّثَتْنِي فَاطِمَةُ، عَنْ أَسْمَاءَ، قَالَتْ: جَاءَتِ امْرَأَةٌ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَتْ: أَرَأَيْتَ إِحْدَانَا تَحِيضُ فِي الثَّوْبِ، كَيْفَ تَصْنَعُ؟ قَالَ: «تَحُتُّهُ، ثُمَّ تَقْرُصُهُ بِالْمَاءِ، وَتَنْضَحُهُ، وَتُصَلِّي فِيهِ»

227. Muhammad bin al-Mutsanna menyampaikan kepada kami dari Yahya, dari Hisyam, dari Fathimah, dari Asma’ yang berkata bahwa seorang wanita datang kepada Nabi 6 dan bertanya, “Bagaimana pendapatmu jika darah haid salah seorang dari kami mengenai pakaian. Apa yang harus dilakukannya?“ Beliau menjawab, “Dia harus membersihkan darah itu dengan cara mengeriknya, lalu menggosoknya dengan air. Kemudian dia boleh shalat dengan pakaian tersebut.“ (Lihat hadits no. 307).

(Kitab Hadits Shahih al-Bukhari)

Bisnis jaket keren: jaket baseball keren, jual jaket baseball berkualitas

0 komentar:

Hadits ke-221 Dari Kitab Shahih al-Bukhari

Menyiram Bekas Air Kencing di Masjid

221. Abdan menyampaikan kepada kami dari Abdullah yang mengabarkan dari Yahya bin Sa’id yang berkata, aku mendengar Anas bin Malik dari Nabi 6. (Lihat kembali hadits no. 219).

حَدَّثَنَا خَالِدُ بْنُ مَخْلَدٍ، قَالَ: وَحَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ، عَنْ يَحْيَى بْنِ سَعِيدٍ، قَالَ: سَمِعْتُ أَنَسَ بْنَ مَالِكٍ قَالَ: جَاءَ أَعْرَابِيٌّ فَبَالَ فِي طَائِفَةِ المَسْجِدِ، فَزَجَرَهُ النَّاسُ، «فَنَهَاهُمُ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَلَمَّا قَضَى بَوْلَهُ أَمَرَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِذَنُوبٍ مِنْ مَاءٍ فَأُهْرِيقَ عَلَيْهِ»

Khalid menyampaikan kepada kami dari Sulaiman, dari Yahya bin Sa’id yang berkata, aku mendengar Anas bin Malik berkata, “Seorang Arab Badui datang lalu buang air kecil di sudut masjid. Orang-orang pun hendak mengusirnya, tetapi Nabi 6 melarang mereka. Setelah orang itu selesai dari kencingnya, Nabi 6 minta setimba air lalu menyiram bekasnya.“

(Kitab Hadits Shahih al-Bukhari)

Bisnis jaket bagus: jaket baseball keren, jual jaket baseball keren

0 komentar:

Hadits ke-146 Dari Kitab Shahih al-Bukhari

Keluarnya Wanita ke Tanah Lapang untuk Buang Hajat

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ بُكَيْرٍ، قَالَ: حَدَّثَنَا اللَّيْثُ، قَالَ: حَدَّثَنِي عُقَيْلٌ، عَنِ ابْنِ شِهَابٍ، عَنْ عُرْوَةَ، عَنْ عَائِشَةَ، أَنَّ أَزْوَاجَ النَّبِيّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كُنَّ يَخْرُجْنَ بِاللَّيْلِ إِذَا تَبَرَّزْنَ إِلَى المَنَاصِعِ وَهُوَ صَعِيدٌ أَفْيَحُ " فَكَانَ عُمَرُ يَقُولُ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: احْجُبْ نِسَاءَكَ، فَلَمْ يَكُنْ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَفْعَلُ "، فَخَرَجَتْ سَوْدَةُ بِنْتُ زَمْعَةَ، زَوْجُ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، لَيْلَةً مِنَ اللَّيَالِي عِشَاءً، وَكَانَتِ امْرَأَةً طَوِيلَةً، فَنَادَاهَا عُمَرُ: أَلاَ قَدْ عَرَفْنَاكِ يَا سَوْدَةُ، حِرْصًا عَلَى أَنْ يَنْزِلَ الحِجَابُ، فَأَنْزَلَ اللَّهُ آيَةَ الحِجَابِ

146. Yahya bin Bukair menyampaikan kepada kami dari al-Laits yang berkata, Uqail menyampaikan kepadaku dari Ibnu Syihab, dari Urwah, dari Aisyah bahwa jika istri-istri Nabi 6 ingin buang hajat, mereka keluar pada waktu malam menuju tempat buang hajat berupa tanah lapang. Umar pernah berkata kepada Nabi saw, “Hijabilah istri-istrimu.“ Namun Nabi saw tidak melakukannya. Lalu pada suatu malam waktu Isya, Saudah binti Zam’ah, istri Nabi saw, keluar (untuk buang hajat). Dan Saudah adalah seorang wanita yang berpostur tinggi. Umar lalu berseru kepadanya, “Sungguh kami telah mengenalmu wahai Saudah!“ Umar mengucapkan demikian karena sangat ingin agar ayat hijab diturunkan. Allah kemudian menurunkan ayat hijab. (Lihat hadits no. 147, 4795, 5237, dan 6240).

(Kitab Hadits Shahih al-Bukhari)

Bisnis: jaket baseball online kerenjual jaket baseball murah berkualitas

0 komentar:

Hadits ke-141 Dari Kitab Shahih al-Bukhari

Membaca Basmalah pada Setiap Keadaan dan ketika Hendak Bercampur (Suami Istri)

حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ، قَالَ: حَدَّثَنَا جَرِيرٌ، عَنْ مَنْصُورٍ، عَنْ سَالِمِ بْنِ أَبِي الجَعْدِ، عَنْ كُرَيْبٍ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ، يَبْلُغُ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «لَوْ أَنَّ أَحَدَكُمْ إِذَا أَتَى أَهْلَهُ قَالَ بِاسْمِ اللَّهِ، اللَّهُمَّ جَنِّبْنَا الشَّيْطَانَ وَجَنِّبِ الشَّيْطَانَ مَا رَزَقْتَنَا، فَقُضِيَ بَيْنَهُمَا وَلَدٌ لَمْ يَضُرُّهُ»

141. Ali bin Abdullah menyampaikan kepada kami dari Jarir, dari Manshur, dari Salim bin Abu al-Ja’d, dari Kuraib, dari Ibnu Abbas, dan sampai kepada Nabi 6; beliau bersabda, “Jika salah seorang dari kalian ingin mencampuri istrinya, hendaklah dia membaca, ’Bismillah, ya Allah, jauhkanlah kami dari setan dan jauhkanlah setan dari apa yang Engkau rezekikan (anak) kepada kami.’ Maka, dia akan dikarunia anak yang tidak dapat dicelakai setan.“ (Lihat hadits no. 3271, 3283, 5165, 6388, dan 7396).

(Kitab Hadits Shahih al-Bukhari)

Bisnis: jaket baseball online kerenjual jaket baseball murah berkualitas

0 komentar:

Hadits ke-136 Dari Kitab Shahih al-Bukhari

Keutamaan Wudhu dan Cahaya Bekas Wudhu

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ بُكَيْرٍ، قَالَ: حَدَّثَنَا اللَّيْثُ، عَنْ خَالِدٍ، عَنْ سَعِيدِ بْنِ أَبِي هِلاَلٍ، عَنْ نُعَيْمٍ المُجْمِرِ، قَالَ: رَقِيتُ مَعَ أَبِي هُرَيْرَةَ عَلَى ظَهْرِ المَسْجِدِ، فَتَوَضَّأَ، فَقَالَ: إِنِّي سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ «إِنَّ أُمَّتِي يُدْعَوْنَ يَوْمَ القِيَامَةِ غُرًّا مُحَجَّلِينَ مِنْ آثَارِ الوُضُوءِ، فَمَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمْ أَنْ يُطِيلَ غُرَّتَهُ فَلْيَفْعَلْ»

136. Yahya bin Bukair menyampaikan kepada kami dari al-Laits, dari Khalid, dari Sa’id bin Abu Hilal, dari Nu’aim bin al-Mujmir yang berkata, aku bersama Abu Hurairah naik ke atas masjid, lalu Abu Hurairah berwudhu dan berkata, “Aku pernah mendengar Nabi 6 bersabda, ’Sungguh, pada Hari Kiamat nanti umatku akan dihadirkan dalam keadaan (wajah, tangan, dan kakinya) bercahaya karena bekas wudhu’. Siapa saja di antara kalian yang bisa memperpanjang cahayanya hendaklah dia lakukan.“

(Kitab Hadits Shahih al-Bukhari)

Bisnis: click hereclick here

0 komentar:

Hadits ke-131 Dari Kitab Shahih al-Bukhari

Malu dalam Menuntut Ilmu

حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ، قَالَ: حَدَّثَنِي مَالِكٌ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ دِينَارٍ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «إِنَّ مِنَ الشَّجَرِ شَجَرَةً لاَ يَسْقُطُ وَرَقُهَا، وَهِيَ مَثَلُ المُسْلِمِ، حَدِّثُونِي مَا هِيَ؟» فَوَقَعَ النَّاسُ فِي شَجَرِ البَادِيَةِ، وَوَقَعَ فِي نَفْسِي أَنَّهَا النَّخْلَةُ، قَالَ عَبْدُ اللَّهِ: فَاسْتَحْيَيْتُ، فَقَالُوا: يَا رَسُولَ اللَّهِ، أَخْبِرْنَا بِهَا؟ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «هِيَ النَّخْلَةُ» قَالَ عَبْدُ اللَّهِ: فَحَدَّثْتُ أَبِي بِمَا وَقَعَ فِي نَفْسِي، فَقَالَ: «لَأَنْ تَكُونَ قُلْتَهَا أَحَبُّ إِلَيَّ مِنْ أَنْ يَكُونَ لِي كَذَا وَكَذَا»

131. Ismail menyampaikan kepada kami dan berkata, Malik menyampaikan kepadaku dari Abdullah bin Dinar, dari Abdullah bin Umar bahwa Rasulullah 6 bersabda, “Di antara pohon itu ada pohon yang tidak jatuh daunnya. Seperti itulah perumpamaan seorang muslim.“ Nabi 6bertanya, “Tahukah kalian, pohon apa itu?“ Para sahabat beranggapan bahwa yang dimaksud adalah jenis pepohonan yang ada di lembah. Abdullah berkata, “Aku berpikir bahwa pohon itu adalah pohon kurma, tapi aku malu mengungkapkannya.“ Kemudian para sahabat bertanya, “Rasulullah, pohon apakah itu?“ Beliau menjawab, “Pohon kurma.“ Abdullah berkata, “Kemudian hal itu aku ceritakan kepada ayahku. Ayahku pun berkata, ’Aku lebih suka seandainya engkau ungkapkan saat itu daripada aku memiliki ini dan itu.“ (Lihat kembali hadits no. 31).

(Kitab Hadits Shahih al-Bukhari)

Bisnis; jaket baseball onlinejual jaket baseball murah

0 komentar:

Hadits ke-125 Dari Kitab Shahih al-Bukhari

Firman Allah swt, “Sedangkan kalian diberi pengetahuan hanya sedikit.“ (QS. 17:85)

حَدَّثَنَا قَيْسُ بْنُ حَفْصٍ، قَالَ: حَدَّثَنَا عَبْدُ الوَاحِدِ، قَالَ: حَدَّثَنَا الأَعْمَشُ سُلَيْمَانُ بْنُ مِهْرَانَ عَنْ إِبْرَاهِيمَ، عَنْ عَلْقَمَةَ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ، قَالَ: بَيْنَا أَنَا أَمْشِي مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي خَرِبِ المَدِينَةِ، وَهُوَ يَتَوَكَّأُ عَلَى عَسِيبٍ مَعَهُ، فَمَرَّ بِنَفَرٍ مِنَ اليَهُودِ، فَقَالَ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ: سَلُوهُ عَنِ الرُّوحِ؟ وَقَالَ بَعْضُهُمْ: لاَ تَسْأَلُوهُ، لاَ يَجِيءُ فِيهِ بِشَيْءٍ تَكْرَهُونَهُ، فَقَالَ بَعْضُهُمْ: لَنَسْأَلَنَّهُ، فَقَامَ رَجُلٌ مِنْهُمْ، فَقَالَ يَا أَبَا القَاسِمِ مَا الرُّوحُ؟ فَسَكَتَ، فَقُلْتُ: إِنَّهُ يُوحَى إِلَيْهِ، فَقُمْتُ، فَلَمَّا انْجَلَى عَنْهُ، قَالَ: «(وَيَسْأَلُونَكَ عَنِ الرُّوحِ قُلِ الرُّوحُ مِنْ أَمْرِ رَبِّي وَمَا أُوتُوا مِنَ العِلْمِ إِلَّا قَلِيلًا)». قَالَ الأَعْمَشُ: هَكَذَا فِي قِرَاءَتِنَا

125. Qais bin Hafsh menyampaikan kepada kami dari Abdul Wahid, dari al-A’masy Sulaiman, dari Ibrahim, dari Alqamah bahwa Abdullah berkata, “Ketika aku berjalan bersama Nabi saw di sekitar reruntuhan di Madinah, saat itu beliau membawa tongkat pelepah kurma. Beliau lalu melewati sekumpulan orang Yahudi. Sesama mereka saling berkata, ’Tanyakanlah kepadanya tentang ruh!’ Sebagian yang lain berkata, ’Jangan bertanya kepadanya agar dia tidak mengatakan sesuatu yang kalian benci.’ Lalu sebagian yang lain berkata, ’Sungguh, kami akan bertanya kepadanya.’ Berdirilah seorang laki-laki dari mereka seraya bertanya, ’Wahai Abul Qasim, ruh itu apa?’ Beliau diam. Maka aku pun bergumam, ’Sesungguhnya beliau sedang menerima wahyu.’ Ketika orang itu berpaling, beliau pun membaca, ’Dan mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang ruh. Katakanlah, ’Ruh itu termasuk urusan Rabbku, dan tidaklah kalian diberi pengetahuan kecuali sedikit,’“ (QS. 17:85). Al-A’masy berkata, “Seperti inilah bacaan dalam qirâ’ah kami ( ).“ (Lihat hadits no. 4721, 7297, 7456, dan 7462).

(Kitab Hadits Shahih al-Bukhari)

Bisnis: jaket baseball onlinejual jaket baseball murah

0 komentar:

Hadits ke-120 Dari Kitab Shahih al-Bukhari

Menjaga (Menghafal) Ilmu

حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ، قَالَ: حَدَّثَنِي أَخِي، عَنِ ابْنِ أَبِي ذِئْبٍ، عَنْ سَعِيدٍ المَقْبُرِيِّ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ: " حَفِظْتُ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وِعَاءَيْنِ: فَأَمَّا أَحَدُهُمَا فَبَثَثْتُهُ، وَأَمَّا الآخَرُ فَلَوْ بَثَثْتُهُ قُطِعَ هَذَا البُلْعُومُ "

120. Ismail menyampaikan kepada kami dan berkata, saudaraku menyampaikan kepadaku dari Ibnu Abu Dzi’b, dari Sa’id al-Maqburi bahwa Abu Hurairah berkata, “Aku menyimpan (menghafal) hadits dari Rasulullah saw pada dua wadah. Yang satu aku sebarkan dan sampaikan; yang satu lagi seandainya aku sampaikan maka akan terputuslah tenggorakanku ini (mati).“

(Kitab Hadits Shahih al-Bukhari)

Bisnis: jaket baseball onlinejual jaket baseball murah

0 komentar:

Hadits ke-115 Dari Kitab Shahih al-Bukhari

Ilmu dan Nasihat pada Malam Hari

حَدَّثَنَا صَدَقَةُ، أَخْبَرَنَا ابْنُ عُيَيْنَةَ، عَنْ مَعْمَرٍ، عَنِ الزُّهْرِيِّ، عَنْ هِنْدٍ، عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ، وَعَمْرٍو، وَيَحْيَى بْنِ سَعِيدٍ، عَنِ الزُّهْرِيِّ، عَنْ هِنْدٍ، عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ، قَالَتْ: اسْتَيْقَظَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَاتَ لَيْلَةٍ فَقَالَ: «سُبْحَانَ اللَّهِ، مَاذَا أُنْزِلَ اللَّيْلَةَ مِنَ الفِتَنِ، وَمَاذَا فُتِحَ مِنَ الخَزَائِنِ، أَيْقِظُوا صَوَاحِبَاتِ الحُجَرِ، فَرُبَّ كَاسِيَةٍ فِي الدُّنْيَا عَارِيَةٍ فِي الآخِرَةِ»

115. Shadaqah menyampaikan kepada kami dari Ibnu Uyainah yang mengabarkan kepada kami, dari Ma’mar, dari az-Zuhri, dari Hindun, dari Ummu Salamah. Dan, Amr serta Yahya bin Sa’id dari az-Zuhri, dari Hindun, dari Ummu Salamah yang menginformasikan bahwa pada suatu malam Nabi 6 terbangun lalu bersabda, “Subhanallah, fitnah apa yang diturunkan pada malam ini? Dan apa yang dibuka dari segala macam perbendaharaan ini? Bangunlah wahai orang-orang (istri-istriku) yang ada di dalam kamar-kamar. Betapa banyak orang berpakaian di dunia ini, namun akan telanjang di akhirat nanti .“ (Lihat hadits no. 1126, 3599, 5844, 6218, dan 7069).

(Kitab Hadits Shahih al-Bukhari)

Bisnis: jaket baseball onlinejual jaket baseball murah

0 komentar:

Hadits ke-110 Dari Kitab Shahih al-Bukhari

Dosa Orang yang Berbohong atas Nama Nabi 4

حَدَّثَنَا مُوسَى، قَالَ: حَدَّثَنَا أَبُو عَوَانَةَ، عَنْ أَبِي حَصِينٍ، عَنْ أَبِي صَالِحٍ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «تَسَمَّوْا بِاسْمِي وَلاَ تَكْتَنُوا بِكُنْيَتِي، وَمَنْ رَآنِي فِي المَنَامِ فَقَدْ رَآنِي، فَإِنَّ الشَّيْطَانَ لاَ يَتَمَثَّلُ فِي صُورَتِي، وَمَنْ كَذَبَ عَلَيَّ مُتَعَمِّدًا فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنَ النَّارِ»

110. Musa menyampaikan kepada kami dari Abu Awanah, dari Abu Hashin, dari Abu Shalih bahwa Abu Hurairah mendengar Nabi 6bersabda, “Berikanlah nama dengan namaku dan jangan memberikan julukan dengan julukanku. Orang yang melihatku dalam mimpi, dia benar-benar telah melihatku. Sebab, setan tidak sanggup menyerupai diriku. Dan, orang yang berdusta atas namaku, hendaklah dia mempersiapkan tempatnya di neraka.“ (Lihat hadits no. 3539, 6188, 6197, dan 6993).

(Kitab Hadits Shahih al-Bukhari)

Bisnis: check thischeck this

0 komentar:

Hadits ke-105 Dari Kitab Shahih al-Bukhari

Hendaknya Orang yang Hadir Menyampaikan Ilmu kepada Orang yang Tidak Hadir

حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عَبْدِ الوَهَّابِ، قَالَ: حَدَّثَنَا حَمَّادٌ، عَنْ أَيُّوبَ، عَنْ مُحَمَّدٍ، عَنِ ابْنِ أَبِي بَكْرَةَ، عَنْ أَبِي بَكْرَةَ، ذُكِرَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «فَإِنَّ دِمَاءَكُمْ وَأَمْوَالَكُمْ - قَالَ مُحَمَّدٌ وَأَحْسِبُهُ قَالَ - وَأَعْرَاضَكُمْ، عَلَيْكُمْ حَرَامٌ، كَحُرْمَةِ يَوْمِكُمْ هَذَا، فِي شَهْرِكُمْ هَذَا، أَلاَ لِيُبَلِّغِ الشَّاهِدُ مِنْكُمُ الغَائِبَ». وَكَانَ مُحَمَّدٌ يَقُولُ: صَدَقَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، كَانَ ذَلِكَ «أَلاَ هَلْ بَلَّغْتُ» مَرَّتَيْنِ

105. Abdullah bin Abdul Wahab menyampaikan kepada kami dari Hammad, dari Ayub, dari Muhammad, dari Ibnu Abu Bakrah, dari Abu Bakrah bahwa Nabi saw bersabda, “Sungguh, darah kalian, harta kalian— (menurut Muhammad, beliau juga mengatakan, ’dan kehormatan kalian’)—itu haram (suci) atas kalian sebagaimana sucinya hari kalian ini, pada bulan kalian ini. Hendaklah orang yang hadir menyampaikan kepada yang tidak hadir.“ Muhammad berkata, “Rasulullah saw benar, sebagaimana yang disabdakannya, ’Bukankah aku telah menyampaikannya?’ beliau mengulanginya dua kali.“ (Lihat kembali hadits no. 68).

(Kitab Hadits Shahih al-Bukhari)

Bisnis: check thischeck this

0 komentar:

Hadits ke-100 Dari Kitab Shahih al-Bukhari

Bagaimana Ilmu Dicabut?

Umar bin Abdul Aziz menulis surat kepada Abu Bakar bin Hazm, “Lihat apa yang ada pada hadits Nabi 6 dan tulislah. Aku khawatir akan terhapusnya ilmu dan hilangnya ulama. Dan, jangan engkau terima kecuali hadits Nabi saw. Sebarkanlah ilmu, dan duduklah kalian hingga orang yang belum tahu menjadi tahu. Sebab, ilmu tidak akan hilang hingga dibiarkan menjadi rahasia.“

حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ بْنُ أَبِي أُوَيْسٍ، قَالَ: حَدَّثَنِي مَالِكٌ، عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرِو بْنِ العَاصِ قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: «إِنَّ اللَّهَ لاَ يَقْبِضُ العِلْمَ انْتِزَاعًا يَنْتَزِعُهُ مِنَ العِبَادِ، وَلَكِنْ يَقْبِضُ العِلْمَ بِقَبْضِ العُلَمَاءِ، حَتَّى إِذَا لَمْ يُبْقِ عَالِمًا اتَّخَذَ النَّاسُ رُءُوسًا جُهَّالًا، فَسُئِلُوا فَأَفْتَوْا بِغَيْرِ عِلْمٍ، فَضَلُّوا وَأَضَلُّوا» قَالَ الفِرَبْرِيُّ: حَدَّثَنَا عَبَّاسٌ، قَالَ: حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ، حَدَّثَنَا جَرِيرٌ، عَنْ هِشَامٍ نَحْوَهُ

100. Ismail bin Abu Uwais menyampaikan kepada kami, Malik menyampaikan kepadaku dari Hisyam bin Urwah, dari ayahnya bahwa Abdullah bin Amr bin al-Ash yang menyatakan, aku mendengar Rasulullah saw bersabda, “Sungguh, Allah tidak mencabut ilmu sekaligus dari hamba-Nya. Tetapi, Allah mencabut ilmu dengan cara mewafatkan para ulama. Apabila sudah tidak ada ulama maka manusia akan mengangkat pemimpin yang bodoh. Ketika mereka ditanya, mereka berfatwa tanpa ilmu; mereka itu sesat dan menyesatkan.“

(Kitab Hadits Shahih al-Bukhari)

Bisnis: jaket baseball onlinejual jaket baseball murah

0 komentar:

BERZAKAT KEPADA SAUDARANYA TANPA SEPENGETAHUAN SUAMINYA

Pertanyaan:

Al-Lajnah Ad-Daimah Lil Ifta ditanya : Apakah boleh bagi seorang wanita untuk mengeluarkan shadaqah dari hartanya sendiri atas nama salah seorang saudaranya yang telah meninggal
tanpa sepengetahuan suaminya, dan apakah hukumnya jika yang disedekahkan itu adalah harta
suaminya ?

Jawaban:

Boleh bagi seorang wanita untuk mensedekahkan hartanya sendiri untuk salah
seorang saudaranya yang telah meninggal demi mencari keridhaan Allah Subhanahu
wa Ta'ala dengan maksud agar pahala dan faedahnya kembali kepada mereka,
karena ia berkuasa terhadap hartanya sendiri dan ia bebas untuk mengeluarkan
hartanya itu selama masih dalam batasan-batasan yang telah disyari'atkan Allah
Subhanahu wa Ta'ala. Bersedekah adalah perbuatan baik yang mana pahalanya
akan sampai kepada orang yang bersedekah atas namanya jika Allah
menerimannya. Adapun jika wanita itu bersedekah dari harta suaminya dan
suaminya tidak mencegah perbuatan itu, maka boleh bagi wanita itu untuk
bersedekah tanpa sepengetahuan sang suami. Akan tetapi jika suaminya melarang
hal tersebut maka tidak boleh bagi si istri untuk bersedekah tanpa sepengetahuan
suami.[Majalah Al-Buhuts Al-Islamiyah, 8/157].

Bisnis: jaket baseball onlinejaket baseball murah

0 komentar:

BERZAKAT KEPADA SAUDARA PEREMPUAN YANG FAKIR YANG TELAH MENIKAH

Pertanyaan:

Al-Lajnah Ad-Daimah Lil Ifta ditanya : Jika seorang memiliki saudara perempuan yang telah
menikah dan semuanya dalam keadan fakir, bolehkah saudari orang itu boleh menerima zakat
dari saudara-saudaranya ?

Jawaban:

Nafkah seorang wanita adalah kewajiban bagi suaminya, dan jika suami itu seorang
yang fakir maka bagi saudara-saudara istrinya hendaklah memberi zakat kepada
saudara perempuan mereka itu agar ia mendapat nafkah untuk dirinya sendiri dan
untuk suaminya serta untuk anak-anaknya. Bahkan jika sang istri ini memiliki harta
yang wajib dizakati, maka hendaknya mengeluarkan zakat hartanya itu kepada
suaminya agar suaminya itu dapat memberi nafkah kepada orang-orang yang
menjadi tanggungannya. [Majalah Al-Buhuts Al-Islamiyah, 8/157]

Bisnis: jaket baseball murahjaket baseball online

0 komentar:

BERZAKAT KEPADA ANAK PEREMPUAN YANG FAKIR

Pertanyaan;

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya : Bolehkah mengeluarkan zakat kepada anak
perempuan yang sudah menikah dan dalam keadaan membutuhkan ?

Jawaban:

Setiap orang mempunyai ciri-ciri golongan yang berhak mendapatkan zakat pada
dasarnya boleh memberikan zakat kepadanya, berdasarkan ini, jika seseorang
tidak mampu memberi infak kepada anak perempuannya dan kepada anak
laki-lakinya, maka hendaknya zakat tersebut diberikan kepada anak
perempuannya, dan yang lebih baik dan lebih selamat adalah memberikan zakat
tersebut kepada suami anaknya itu. [Durus wa Fatawa Al-Haram Al-Makki, Syaikh Ibnu
Utsaimin, 2/397]

Bisnis: jaket baseball onlinejaket baseball murah

0 komentar:

BERZAKAT KEPADA IBU

Pertanyaan:

Syaikh Ibnu Baaz ditanya : Bolehkah seseorang mengeluarkan zakat untuk diberikan kepada
ibunya ?

Jawaban:

Seorang muslim tidak boleh mengeluarkan zakat untuk diberikan kepada kedua
orang tuanya, juga tidak boleh mengeluarkan zakat untuk diberikan kepada
anak-anaknya, akan tetapi hendaknya seseorang memberi nafkah kepada kedua
orang tua dan kepada anak-anaknya dari hartanya jika mereka membutuhkannya,
demikian ini jika ia memang mampu memberi infaq kepada mereka. [Fatawa
Al-Mar'ah, Syaikh Ibnu Baaz, 2/44]

Bisnis: jaket baseball murahjaket baseball online

0 komentar:

BERZAKAT KEPADA KEPONAKAN

Pertanyaan:

Syaikh Ibnu Baaz ditanya : Bolehkah suami saya mengeluarkan zakat untuk harta saya,
sedangkan ia adalah orang yang memberi saya harta, dan apakah boleh saya memberikan zakat
kepada keponakan saya yang berstatus yatim sedangkan keponakan saya itu adalah pemuda
yang beranjak dewasa dan ingin menikah .?

Jawab:

Anda wajib mengeluarkan zakat dari harta yang Anda miliki jika harta Anda itu telah
mencapai nisab atau melebihinya, bila harta itu berupa emas atau perak atau harta
lainnya yang wajib dizakati. Dan jika suami Anda telah mengeluarkan zakat untuk
harta Anda dengan izin Anda maka hal itu tidak masalah. Begitu juga jika ayah Anda
atau saudara Anda atau orang selain keduanya mengeluarkan zakat atas nama
Anda dengan seizin Anda, maka yang demikian itu tidak mengapa. Anda boleh
memberikan zakat kepada keponakan Anda sebagai pertolongan baginya untuk
menikah jika ia lemah dalam segi materi. [Fatawa Al-Mar'ah, Syaikh Ibnu Baaz, 2/43]

Bisnis: jaket baseball onlinejaket baseball murah

0 komentar:

BERZAKAT KEPADA SUAMI YANG BERUTANG

Pertanyaan:

Syaikh Abdul Aziz bin Baaz ditanya : Bolehkah seorang istri mengeluarkan zakat perhiasan
kepada suaminya, karena sang suami pegawai yang berpangkat rendah dan memiliki utang yang
cukup besar .?

Jawaban:

Tidak ada masalah bagi wanita yang mengeluarkan zakat perhisaannya atau zakat
yang bukan perhiasan kepada suaminya yang fakir atau memiliki utang yang tidak
mampu dilunasinya menurut pendapat yang paling benar di antara dua pendapat
ulama, berdasarkan sifat keumuman dalil-dalil tentang zakat, diantaranya firman
Allah.

"Artinya : Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir,
orang-orang miskin ...." [At-Taubah : 60]

Bisnis: jaket baseball murahjaket baseball online

0 komentar:

Copyright © 2013 Situs Berita Islam